
Berita Ekonomi
Kadin Minta Tambahan Belanja 2010 untuk PLN
Sabtu, 26 September 2009
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap anggaran belanja tambahan Rp24 triliun pada APBN 2010 digunakan untuk subsidi bagi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar tidak menaikkan tarif listrik.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Kebijakan Publik, Perpajakan, dan Sistem Fiskal Hariyadi Sukamdani mengatakan, pemerintah harus betul-betul memperhatikan alokasi dana tambahan tersebut. Terutama untuk mencegah terjadinya salah sasaran, seperti dalam pengalokasian dana stimulus fiskal di tahun ini yang tidak tercapai.
"Sebaiknya dana tersebut dialokasikan untuk PLN sehingga akan mengurangi tarif multiguna, beban maksimal, dan beban puncak," kata Hariyadi yang ditemui di Kantor Menteri Keuangan, Jakarta kemarin.
Menurutnya, jika dana tersebut dialokasikan untuk PLN, maka bisa digunakan untuk memperkuat sektor-sektor yang ada, seperti industri dan pangan. "Di sektor industri bisa digunakan untuk meremajakan mesin dan di sektor pangan terutama di peternakan, bisa digunakan untuk impor daging sapi karena memerlukan bunga khusus," jelasnya.
Sementara itu, ekonom Universitas Gadjah Mada Sri Adiningsih mengatakan, tambahan dana belanja tersebut sebaiknya digunakan untuk membangun infrastruktur, seperti jembatan, pelabuhan, listrik, dan telekomunikasi. Lebihlanjut, Sri mengatakan, apabila infrastruktur sudah diperbaiki, maka akan membantu mengembangkan sektor industri, karena ada ketergantungan di antara keduanya.
Sementara Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa mengatakan, dana tambahan tersebut bukan sebesar Rp24 triliun melainkan mencapai Rp34 triliun. Menurutnya, anggaran tambahan dikarenakan adanya penghematan subsidi, serta kenaikan penerimaan pajak dan minyak.
"Anggaran itu seharusnya dibelanjakan untuk sektor pendidikan, cadangan risiko fiskal, dan juga buat subsidi BBM yang naik. Bukan listrik," kata dia.
Sponsor Link

Premium KKP


Kurs Pajak
Mata Uang |
Nilai Jual |
| Dollar Amerika Serikat (USD) | 9,560.60 |
| Dollar Australia (AUD) | 8,718.88 |
| Dollar Kanada (CAD) | 8,937.48 |
| Kroner Denmark (DKK) | 1,902.46 |
| Dollar Hongkong (HKD) | 1,233.60 |
| Ringgit Malaysia (MYR) | 2,805.83 |
| Dollar Selandia Baru (NZD) | 7,032.01 |
| Kroner Norwegia (NOK) | 1,688.94 |
| Poundsterling Inggris (GBP) | 15,717.24 |


