
Berita Ekonomi
Pertamina Ambil Alih Distribusi Shell
Harian Jawapos, 05 November 2009
JAKARTA - PT Shell Indonesia tak bisa berpartisipasi dalam proyek penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Ini menyusul keputusan diskualifikasi Shell sebagai sebagai calon pendamping Pertamina dalam distribusi BBM bersubsidi. Dengan begitu, perusahaan swasta yang masih menjadi calon pendamping adalah Aneka Kimia Raya Corporindo (AKR) Tbk dan PT Petronas Niaga Indonesia. Keduanya diberi waktu hingga 14 Desember untuk mempersiapkan infrastruktur.
Pernyataan diskualifikasi tersebut diucapkan langsung oleh Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Tubagus Haryono kemarin (4/11). ''Shell telah dinyatakan gagal,'' katanya. Gugurnya Shell, karena mereka tak juga menyerahkan pernyataan tertulis tentang kesanggupan dan kesiapan infrastruktur terkait penyaluran Public Service Obligation (PSO) BBM tahun depan.
Dijelaskan, bahwa tiga perusahaan yang ditunjuk sebagai calon pendamping diminta untuk menyerahkan pernyataan kesanggupan lima hari setelah SK keluar, atau pada 25 Oktober lalu. Namun, hingga 26 Oktober, BPH Migas belum menerima surat kesanggupan dari Shell. ''Padahal perusahaan yang lain sudah menyerahkan,'' imbuhnya.
Tiga hari dari tenggat waktu yang ditentukan, Shell melayangkan surat kepada BPH Migas mengenai permohonan agar mereka diberi perpanjangan waktu hingga 4 November. ''Tapi, aturan is aturan. Kami tidak bisa memperlakukan berbeda. Sebelumnya, ketika kami mengundang Pertamina dan perusahaan calon pendamping untuk duduk bersama, Shell juga tidak datang,'' ucapnya.
Sebenarnya, Senin lalu (2/11), BPH Migas menerima surat dari Shell yang menyatakan kalau mereka siap. ''Tapi sudah terlambat, soalnya keputusan gagal sudah dibuat,'' ujarnya. Tubagus menyayangkan kejadian ini. Karena seharusnya ini kesempatan membangun infrastruktur di luar Jawa yang lebih memadai. Tiga calon pendamping Pertamina itu memang diberi kuota menyalurkan BBM bersubsidi di Sumatera dan Kalimantan.
Dan dengan mundurnya Shell, maka kuota sebesar 5.110 KL premium yang menjadi jatah Shell akan diambil alih oleh Pertamina. ''Dari segi infrastruktur, mereka (Pertamina) yang paling siap,'' katanya.
Sponsor Link

Premium KKP


Kurs Pajak
Mata Uang |
Nilai Jual |
| Dollar Amerika Serikat (USD) | 9,560.60 |
| Dollar Australia (AUD) | 8,718.88 |
| Dollar Kanada (CAD) | 8,937.48 |
| Kroner Denmark (DKK) | 1,902.46 |
| Dollar Hongkong (HKD) | 1,233.60 |
| Ringgit Malaysia (MYR) | 2,805.83 |
| Dollar Selandia Baru (NZD) | 7,032.01 |
| Kroner Norwegia (NOK) | 1,688.94 |
| Poundsterling Inggris (GBP) | 15,717.24 |


